HANTAVIRUS
18 Mei 2026
Mengenal Hantavirus: Karakteristik, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Virus Hanta (Ortho Hantavirus) atau hantavirus adalah genus virus dari familia Bunyaviridae yang menyebabkan penyakit sindrom paru virus hanta (hantavirus pulmonary syndrome).
🧬 Karakteristik & Struktur Fisik Virus
Ukuran fisik: Berbentuk bundar dengan diameter 100 nm (sedikit lebih kecil dari virus Corona yang berdiameter ±125 nm).
Selubung luar: Memiliki selubung virus dan di dalamnya dilapisi dengan membran ganda.
Genom virus: Terdiri dari sekitar 6.550 nukleotida yang mengodekan enzim transkriptase virus, nukleokapsid, dan glikoprotein virus.(genom covid ±600 untuk yg varian delta)
Sifat kelemahan: Virus ini mudah dinonaktifkan oleh panas, detergen, pelarut organik, dan larutan disinfektan seperti hipoklorit.
🐀 Jalur Penularan: Bagaimana Manusia Terinfeksi?
Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia). Hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan Lemmus lemmus (lemming) merupakan pembawa alami utama dari virus ini. Penularan dari hewan ke manusia umumnya tergolong lambat dan terjadi melalui beberapa cara:
Inhalasi (Udara): Menghirup udara yang terkontaminasi oleh serbuk kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Ini adalah jalur penularan yang paling sering terjadi.
Kontak Langsung: Masuknya virus melalui luka terbuka di kulit yang terpapar kotoran (urin, feses) atau akibat gigitan langsung dari tikus
Penularan Antar-Manusia: Penularan antar manusia lebih banyak terjadi karena hubungan seksual. Namun, strain khusus seperti virus Andes di Amerika Selatan (pada tahun 2005 dan 2019) pernah dilaporkan dapat menular antar-manusia.
Penularan dari hewan ke manusia tergolong lambat
🌍 Klasifikasi Wilayah dan Dampak Penyakit
Nama virus Hanta diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan yang menjadi tempat pertama kali wabah ditemukan di tahun 1950 saat terjadinya Perang Korea dan diisolasi pada tahun 1976 oleh Ho Wang Lee.
Kejadian di Indonesia: Kasus hantavirus pernah ditemukan di Indonesia, tercatat 23 kasus positif antara 2024 hingga Mei 2026 dengan tiga kasus kematian.
1. Old World Hantaviruses (Dunia Lama - OWHV)
Wilayah: Dominan di Asia, Eropa, dan Afrika.
Penyakit: Menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal.
Tingkat Kematian: Bervariasi antara 1% hingga 15%.
Variasi Strain: Virus Hantan (Gejala berat), Virus Seoul (Gejala sedang), Virus Puumala (Gejala ringan), Dobrava-Belgrade (bervariasi dari ringan hingga berat tergantung genotipenya ). Bentuk ringan HFRS yang disebabkan oleh virus Puumala dan virus Dobrava-Belgrade sering disebut nephropathia epidemica (NE)
2. New World Hantaviruses (Dunia Baru - NWHV)
Wilayah: Dominan di Benua Amerika.
Penyakit: Menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Sindrom Paru-Paru Hantavirus.
Tingkat Kematian: Sangat tinggi, berkisar antara 30% hingga 60%.
Infeksi ulang hantavirus belum pernah diamati, diperkirakan pemulihan dari infeksi kemungkinan memberikan kekebalan seumur hidup.
🌡️ Gejala Klinis dan Fase Penyakit
Gejala awal hantavirus umumnya mirip dengan flu biasa, meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan yang dapat berkembang menjadi sesak nafas parah.
Pada kasus gangguan ginjal (HFRS), penyakit ini akan berkembang secara spesifik melalui 5 Fase Utama (muncul 12–16 hari setelah paparan):
Fase Demam ➜ Fase Hipotensi ➜ Fase Oliguria (produksi urin rendah) ➜ Fase Poliuria (produksi urin tinggi)➜ Fase Pemulihan
Penyakit ginjal akut terjadi dengan : pembengkakan ginjal, kelebihan protein dalam urin (proteinuria), dan darah dalam urin (hematuria).
Gejala lain meliputi :sakit kepala, nyeri punggung bawah, mual, muntah, diare, tinja berdarah, munculnya bintik-bintik pada kulit (petekie), dan perdarahan pada saluran pernapasan.
Gagal ginjal menyebabkan oliguria, dan pemulihan kesehatan ginjal disertai dengan poliuria.
Durasi Pemulihan: Proses pemulihan kesehatan ginjal biasanya memakan waktu beberapa bulan.
⚠️ Catatan Kasus HFRS: Pada kasus yang ringan, kelima fase HFRS sering kali samar dan sulit dibedakan, bahkan beberapa fase bisa tidak muncul sama sekali. Sebaliknya, pada kasus yang berat, fase-fase tersebut dapat saling tumpang tindih (overlapping).
Mengenal HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome)
Berbeda dengan HFRS yang dominan menyerang ginjal, HPS (Dunia Baru) menyerang sistem kardiopulmoner (jantung dan paru-paru). Penyakit ini utamanya disebabkan oleh dua jenis virus: Virus Andes dan Virus Sin Nombre.
Masa inkubasi HPS berkisar antara 1 hingga 8 minggu setelah terpapar virus, dan berkembang melalui 3 fase utama:
Gejala awal yang muncul meliputi:
Demam dan nyeri otot.
Sakit kepala.
Sesak napas (dispnea).
Penurunan jumlah trombosit darah (trombositopenia).
Fase ini dapat memicu kematian mendadak akibat gangguan jantung dan paru-paru:
Gangguan Jantung: Peningkatan denyut jantung (takikardia), detak jantung tidak teratur (aritmia), hingga syok kardiogenik.
Kebocoran Kapiler Paru: Memicu sindrom gangguan pernapasan akut, penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), tekanan darah rendah (hipotensi), dan penumpukan cairan di rongga dada (efusi pleura).
Jika pasien berhasil melewati fase kritis, proses pemulihan total biasanya membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan.
Fase pemulihan ini juga ditandai dengan peningkatan produksi urin (poliuria).
🔄 Tumpang Tindih Gejala
Meskipun secara umum HFRS menyerang ginjal dan HPS menyerang jantung-paru, dunia medis mencatat adanya tumpang tindih gejala pada beberapa kasus:
Pasien HFRS kadang-kadang dapat menunjukkan gejala kardiopulmoner yang biasanya ditemukan pada HPS.
Pasien HPS juga kadang-kadang dapat mengalami gangguan fungsi ginjal yang umumnya ditemukan pada HFRS.
#dari_berbagai_sumber
🛡️ Langkah Pencegahan dan Ikhtiar Menjaga Kebugaran
Upaya terbaik untuk melindungi diri dan keluarga adalah dengan memutus rantai potensi paparan melalui pembiasaan pola hidup bersih serta mendukung pertahanan alami tubuh dari dalam:
Menjaga Sanitasi Lingkungan: Mengupayakan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar secara berkala agar tidak menjadi area yang nyaman bagi hewan pengerat.
Menerapkan Prosedur Kebersihan yang Aman: Saat membersihkan area yang berpotensi menjadi tempat aktivitas hewan pengerat, disarankan mengenakan perlengkapan pelindung dasar seperti masker dan sarung tangan. Dianjurkan untuk membasahi area atau kotoran terlebih dahulu menggunakan cairan pembersih sebelum diseka, guna meminimalisir partikel debu beterbangan di udara.
Mendukung Pertahanan Alami Tubuh: Menjaga kebugaran fisik tetap optimal melalui asupan nutrisi yang seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup merupakan pilihan logis untuk meminimalisir infeksi penyakit hantavirus.
Salah satu opsi asupan pelengkap yang dapat digunakan adalah rangkaian produk Tusyifa, yang meliputi:
Tusyifa 131 🍃
Tusyifa Raga 🍃
Tusyifa Abato 🍃
Apabila tubuh mulai merasa kurang nyaman (kurang fit) produk-produk ini dapat dikonsumsi masing-masing 1 kali sehari, sebagai asupan suportif selama 2 minggu untuk membantu menyegarkan badan.
Untuk membantu memelihara daya tahan tubuh secara berkala dalam kondisi normal, panduan konsumsi yang dapat diterapkan adalah:
Tusyifa 131: Dapat dikonsumsi 1 kali sehari.
Tusyifa Raga: Dapat dikonsumsi 2 kali seminggu (atau setiap hari).
Tusyifa Abato: Dapat dikonsumsi 1 hingga 2 kali seminggu.