Rabu, 28 januari 2026
Menjaga kesehatan dimulai dari satu langkah sederhana: memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, menemukan fakta yang jernih dan dapat diandalkan seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Halaman ini hadir sebagai ruang edukasi bagi kita. Di halaman ini, kita akan menemukan berbagai panduan dasar—mulai dari perbedaan virus dan bakteri hingga klasifikasi penyakit. Dengan pemahaman yang baik, kita akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga.
1. Penyakit METABOLISME
Metabolisme merupakan proses pengolahan zat² nutrisi makanan.Penyakit ini ditandai oleh tinggi/rendah hasil metabolisme. Perbaikan kondisi dapat dilakukan dengan memperbaiki masukan/intake atau pola makan, tanpa harus tergantung dengan obat²an. Contoh: peningkatan kolesterol, trigliserid, asam urat dan masih banyak lainnya.
2. Penyakit DEGENERATIF
Degeneratif merupakan kemunduran fungsi atau kerusakan organ/jaringan akibat proses penuaan. Dapat juga disebabkan infeksi berkepanjangan. Perbaikan kondisi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan organ/jaringan tsb dg obat²an dan nutrisi yg sesuai. Contoh: osteoartritis, pengapuran tulang, atrofi/penyusutan otot/otak dll.
3. Penyakit INFEKSI
Penyakit ini dibedakan menjadi 2 (dua); yaitu:
• Infeksi internal, diakibatkan infeksi/radang akibat gangguan sistim humoral/cairan pada/antar jaringan
• Infeksi eksternal, diakibatkan masuknya agen penyebab (virus, bakteri, protozoa atau parasit) dari luar.
Penanganan dengan obat²an yg sesuai dengan agen penyebabnya. Perbaikan nutrisi diperlukan sebagai penunjang untuk mempercepat kesembuhan dan pemulihan kondisinya. Contoh² sudah jelas dan banyak.
4. Penyakit Gangguan Organ
Diakibatkan oleh gangguan fungsi/kerusakan organ/jaringan. Perbaikan kondisi dengan menggunakan obat²an dan nutrisi yang tepat.
5. Penyakit Autoimun
Diakibatkan oleh gangguan sistim imunitas tubuh yg menyerang organ/jaringan tubuh sendiri. Penyebab dapat berbagai macam. Penanganan dengan mengembalikan fungsi sistim autoimun agar tidak menyerang tubuh lagi. Alergi merupakan bentuk autoimun yg relativ ringan.
6. Penyakit Malignansi
Merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel yg tidak terkendali, dikarenakan imunoglobulin D (IgD) bersifat RESESIF sehingga tidak mampu menekan pertumbuhan sel tsb. Umumnya sel yg tidak terkendali berasal dari sel asal (juga disebut sel punca) didaerah junction/sambungan antara 2 jenis sel. Misal antara sel asal ektoderm dan mesoderm atau endoderm. Pada organ/jaringan tubuh, banyak ditemui lokasi² tsb. Penanganan kondisi ini dengan mengoptimalkan IgD agar mampu mengatasi sel yg pertumbuhannya tidak terkendali.
Dan masih banyak jenis penyakit lainnya.
Semoga bermanfaat
Sistim imun tubuh merespon infeksi akibat virus, bakteri dan parasit dengan cara yg berbeda. Perbedaan ini dapat dilihat dari nilai angka lekosit dan prosentase jenis lekosit. Berbeda dengan kasus alergi, infeksi dari luar ini akan menghasilkan imunoglobulin pelindung/guard (IgG). Rangsangan produksi IgG selain infeksi langsung, juga dapat secara buatan melalui vaksin. Jika sudah mengalami salah satu dari kedua cara tersebut, maka setiap mendapat infeksi dengan penyebab yang sama, tubuh akan merespon dengan membentuk IgG untuk mengatasi infeksi tersebut. Keberhasilan respon imun tubuh tergantung dari ukuran penyebab infeksi, karena tubuh juga mempunyai batasan dalam memproduksi IgG. Bila batasan terlampaui (karena jumlah yg banyak ditambah ukuran penyebab besar), maka tubuh akan menunjukkan gejala sakit. Dalam kondisi tersebut, maka tubuh memerlukan obat yang sesuai. Baik dengan obat alami maupun obat sintetis. Nutrisi yg sesuai juga dibutuhkan, agar tubuh lebih mudah pulih kondisinya.
Ukuran virus berkisar 20-300 nanometer, sedang bakteri berukuran 300 nanometer dan yang terbesar 20 milimeter (nanometer = sepersejuta milimeter). Parasit umumnya lebih besar lagi. Sementara itu, ukuran IgG ±10 nanometer.
Dari ukuran tersebut, kemampuan IgG (yg 80% dari jumlah imunoglobulin tubuh) dalam mengatasi virus terlihat lebih kuat. Satu virus dapat diatasi 2-30 IgG. Sementara itu, butuh 30 IgG hingga 20 juta IgG untuk mengatasi satu bakteri (tergantung ukurannya). Jadi dapat dimaklumi jika infeksi virus umumnya hanya sekali terkena untuk satu jenis virus, sedangkan infeksi bakteri yang sama dapat terkena berulangkali.
Dengan penjelasan ini maka kita dapat lebih mudah memahami bahwa jika kita terkena tipes (bakteri) dapat terjadi berulang kali sedangkan untuk Hepatitis virus dan DB hanya sekali untuk masing masing strain.
Untuk virus penyebab flu ada ±200 jenis/strain. Sementara vaksinnya baru ada beberapa. Vaksin virus A, hanya spesifik untuk virus A dan tidak dapat mengatasi virus B, C, D atau lainnya. Itu sebab meski berulang kali vaksin flu tetap tidak dapat mencegah flu jika terkena virus flu dari strain lainnya.
Semoga bermanfaat
Saluran cerna sering mengalami gangguan, baik berupa infeksi, iritasi atau karena tumor. Gangguan ini mulai dari mulut hingga dubur. Gejala yang dirasakan bervariasi, tergantung letak gangguan. Yang paling banyak dikeluhkan adalah gangguan di lambung. Gangguan infeksi maupun iritasi lambung juga dengan bermacam gejala, tergantung lokasi infeksi/iritasinya.
GERD (GastroEsophageal Reflux Disease) merupakan gangguan lambung yang terletak pada pintu masuk lambung dari esofagus/kerongkongan. Berupa gangguan yang berakibat pintu tersebut tidak dapat menutup dengan sempurna, sehingga uap/cairan asam lambung naik dan mengiritasi esofagus/kerongkongan. Karena letak kerongkongan ada dalam leher berlanjut di belakang tulang dada, maka yang dirasakan adalah sensasi panas/terbakar di area tersebut. Sementara itu, syaraf bagian atas lambung juga satu percabangan dengan syaraf jantung, yaitu syaraf Vagus kiri. Itu sebab gangguan pada lambung atas sering mengakibatkan jantung berdebar-debar. Hal tersebut menjadikan penderita sering MENGANGGAP sebagai gangguan jantung. Padahal tidak ada kaitan antara gangguan lambung dan jantung, meski ada rasa yang terkait (bukan baperan lho ya ). Apalagi ada yang menganggap bahwa pembengkakan jantungnya akibat sakit lambungnya. Keadaan seperti inilah yang sering mengakibatkan gangguan kecemasan pada penderita gangguan lambung.
Luka akibat infeksi/iritasi pada saluran cerna dapat diatasi dengan merangsang proses granulasi sel-sel dindingnya. Baik dengan obat alami ataupun obat sintetis. Juga menjaga makanan dengan menghindari konsumsi ketan, pedas, kecut dan kopi (yang bersifat asam dan bergula). Pada lambung juga memperbaiki produksi asam lambung. Dari yang berlebih, menjadi normal lagi. Proses perbaikan memerlukan waktu yang relatif lama, antara 9 -18 bulan. Hal itu dikarenakan saluran cerna masih selalu digunakan setiap harinya, sehingga memperlama proses granulasi sel untuk memperbaiki dinding yang mengalami luka/iritasi. Produk tusyifa yang dapat digunakan untuk membantu perbaikan tersebut ada 2, yaitu Tusyifa Sana dan Tusyifa Rela (untuk yang sudah berat).
Semoga bermanfaat
30 Oktober 2024
Makan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk tubuh. Namun demikian, urutan makan juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Juga dapat mempengaruhi proses pencernaan makanan. Banyak yang tidak memperhatikan cara makan yang sehat. Meski tidak sulit namun hal tersebut kadang menyulitkan diri pribadi, karena akan merubah kebiasaan selama ini.
Yang umum dan enak, tentu akan mencampur makanan yang dikonsumsi. Dengan pemikiran ... toh nanti di lambung (baca: dalam perut) akan dicampur/giling bersamaan. Namun hal tersebut, justru bukan cara yang benar jika dibiasakan. Sesekali boleh lah makan dengan cara tersebut untuk mendapat rasa enak di lidah.
Urutan makan yang baik adalah serat-protein-karbohidrat (1), bukan karbohidrat-protein-serat (2). Mengapa? Urutan (1) akan menyebabkan sel-sel pankreas lebih siap untuk mengeluarkan insulin, sehingga hasil olahan metabolisme akan lebih rendah kadar glukosanya. Hal tersebut dapat dilakukan uji gula darah sebelum makan dan 2 jam setelah makan. Dengan porsi dan bahan makanan yang sama, konsumsi makan dg urutan (2) menunjukkan hasil gula darah yang lebih tinggi. Uji ini dilakukan pada orang yang sama pada hari berbeda. Hasil uji pada beberapa orang menunjukkan bahwa pola/urutan makan (1), perbedaan kadar gula darah sebelum dan 2 jam setelah makan berkisar 10-20 poin. Namun pada pola/urutan (2), perbedaan kadar gula darah sebelum dan setelah terukur lebih dari 60 poin.
Di samping itu, tubuh juga mempunyai siklus/ritme tersendiri. Pola siklus/ritme ini juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Secara garis besar, proses mencerna yang optimal akan terjadi pada pukul 12 siang hingga pukul 20 malam. Antara pukul 20 malam sampai pukul 04 pagi, tubuh dalam proses perbaikan sel-sel yang mengalami kerusakan. Baik karena sakit atau pun karena penuaan. Antara pukul 04 pagi hingga 12 siang, tubuh akan membongkar cadangan nutrisi yang tersimpan pada jaringan (baik di organ mau pun yg diotot). Jika diperhatikan, maka rasa lapar dari pagi hingga siang tidak sehebat dibanding rasa lapar siang-sore hari. Itu sebab makan berat/besar pada pagi hari kurang dianjurkan, karena malah dapat mengganggu kesehatan tubuh secara menyeluruh. Idealnya waktu makan berat/besar adalah siang dan malam, antara pukul 12 siang hingga 20 malam. Konsumsi ramuan tusyifa raga minimal 1x per minggu dan tusyifa lara maksimal 2x per minggu dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Salam SEHAT
Semoga bermanfaat 🙏🙏
15 November 2024
Luka lecet terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan kasar, sehingga lapisan atas kulit mengelupas. Meski tergolong luka ringan, luka lecet juga perlu mendapat perawatan yang tepat.
Pada umumnya, luka lecet terjadi di lapisan teratas kulit atau epidermis. Luka ini tidak separah luka sayat atau robek yang dapat menyebabkan perdarahan hebat. Tetapi luka lecet yang dalam dapat meninggalkan bekas atau jaringan parut pada kulit. Luka lecet merupakan salah satu jenis luka terbuka (open wound) yang dapat terjadi pada permukaan luar kulit. Selain luka lecet, terdapat beberapa jenis luka terbuka lainnya, yaitu:
Luka sayat, terjadi akibat benda tajam seperti pisau cukur
Luka robek, terjadi akibat benda tajam seperti pisau
Luka tusuk, terjadi akibat tusukan benda runcing seperti paku atau pisau
Luka terkelupas, terjadi akibbat ledakan atau tembakan
Menangani Luka Lecet di Rumah
Pada tingkat yang ringan, luka lecet umumnya dapat ditangani sendiri di rumah. Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan dalam upaya merawat luka lecet dengan tepat dan benar di rumah:
Mencuci tangan, merupakan langkah awal sebelum merawat luka lecet. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun penting dilakukan untuk menghindari terjadinya penyebaran kuman yang dapat menyebabkan infeksi pada luka lecet.
Membersihkan luka dari kotoran yang mungkin menempel di bawah air mengalir atau gunakan larutan garam hingga bersih. Bila perlu gunakan sabun lembut seperti sabun bayi untuk membersihkan area di sekitar luka. Larutan garam dapat membuat sendiri dengan mencampur garam 1 sendok makan ke dalam 1 liter air, dapat ditambahkan daun sirih 5-7 lembar yang diremas-remas di dalam larutan tersebut. Rebus agar terhindar dari kontaminasi. Hindari penggunaan larutan pembersih yang beralkohol, iodine, atau hidrogen peroksida langsung di luka terbuka karena dapat menyebabkan iritasi dan perih.
Mengoleskan petroleum jelly dapat dioleskan setelah memastikan bahwa luka lecet sudah bersih, agar daerah luka tetap lembap dan dapat mempercepat penyembuhan serta mencegah terbentuknya jaringan parut. Minyak Tusyifa KPU dapat digunakan untuk hal tersebut.
Menutup luka dengan kasa steril atau plester jika luka sudah bersih dan kering. Tutup dengan kasa steril atau plester luka, untuk melindungi luka dari debu atau kuman yang dapat memperparah dan menghambat proses penyembuhan. Ganti kasa steril minimal satu kali sehari, atau jika kasa steril sudah basah dan kotor.
Konsumsi obat pereda nyeri ringan (dapat dibeli di warung/apotik terdekat) untuk mengurangi rasa sakit akibat luka lecet yang berukuran besar. Hindari konsumsi pereda nyeri golongan aspirin karena berisiko memperpanjang waktu perdarahan (dapat mengencerkan darah).
Waktu penyembuhan luka pada setiap orang berbeda-beda. Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti; usia, kondisi medis atau penyakit yang diderita, malnutrisi, suhu dan cuaca tempat tinggal, sistem kekebalan tubuh, ada tidaknya infeksi pada luka, serta apakah pasien merokok atau konsumsi obat-obatan tertentu. Segera ke layanan kesehatan terdekat jika perdarahan pada luka tidak berhenti, darah muncrat keluar, pinggiran luka menganga terbuka, luka yang disebabkan oleh sesuatu yang kotor dan berkarat, atau area luka terasa kebas.
04 Desember 2024
Berat badan sering dikaitkan dengan kesehatan. Terdapat indikasi tertentu jika berat badan terlalu kurus atau gemuk. Banyak kondisi terkait berat badan ini. Ada yang merasa sudah olahraga mencukupi (bahkan keras) atau diet ketat, namun merasa berat badannya sulit turun. Sebaliknya, ada yang merasa sudah makan banyak dan bergizi dengan aktivitas tubuh ringan-sedang, namun berat badan tidak dapat naik.
Banyak yang berpendapat bahwa untuk menurunkan berat badan harus diimbangi dengan olahraga dan diet ketat. Tanpa itu, merupakan hal yang DI LUAR LOGIKA ILMIAH. Namun jika pernah mempelajari KESEHATAN MANUSIA tentang bab metabolisme, maka akan mengerti bahwa hal tersebut SANGAT LOGIS. Jumlah sel lemak di tubuh manusia konstan sejak dilahirkan, yang berbeda adalah ukurannya. Semakin besar ukuran sel lemak, maka tubuhnya pun akan semakin besar dan lebar. Besar kecilnya sel lemak tergantung proses metabolisme tubuh yang dilanjutkan proses penyimpanan pada sel-sel lemak tersebut.
Kontrol ukuran sel lemak tubuh dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem metabolisme. Ramuan SLII dan BSP ditujukan untuk membantu kontrol berat badan agar dapat ideal lagi. Tentu akan semakin optimal jika dibarengi dengan olahraga, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan memperbanyak konsumsi serat (sayur dan buah).
14 Maret 2025
KEBAS
Hilangnya rasa pada bagian tubuh tertentu
Dapat terjadi pada sebagian (hipestesia) maupun seluruh (anestesi) bagian tubuh
Sering terjadi di jari, tangan, lengan, kaki, atau tungkai
Dapat disertai kesemutan
Dapat mengakibatkan kekakuan dan gangguan gerak pada bagian tubuh yang terkena
KESEMUTAN
Sensasi mati rasa atau berdenyut yang dapat dirasakan pada area tertentu di tubuh
Dalam istilah medis disebut parestesia
Dapat berupa rasa kebas, geli, panas, hingga nyeri
Sering terjadi pada bagian kaki dan tangan
Kesemutan pada kaki terkadang membuat penderitanya kesulitan berjalan untuk sementara waktu
Kesemutan umumnya bersifat sementara, akan hilang ketika sudah tidak ada tekanan pada saraf. Namun, jika kesemutan berlangsung lama, sering terjadi, atau disertai gejala lain, ini bisa menjadi tanda masalah serius.
Beberapa kondisi yang dapat memicu
“Kebas merupakan kondisi yang sering dianggap normal karena sering terjadi. Meski pun secara umum risikonya ringan, namun ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat menjadi penyebab kondisi ini”
Kebas dan kesemutan adalah kondisi yang umum terjadi di mana seseorang mengalami mati rasa dan sensasi seperti tertusuk jarum. Kesemutan dapat terjadi pada semua bagian tubuh, tetapi tangan dan kaki adalah area yang paling sering terpengaruh. Meski pun kesemutan dapat hilang dengan sendirinya dan terlihat sebagai masalah ringan, namun pada beberapa kasus, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kebas dan kesemutan juga dapat menyebabkan kekakuan dan sulitnya bergerak pada bagian tubuh yang terkena. Sebagai contoh, kesemutan di kaki akan membuat seseorang sulit berjalan untuk sementara waktu. Selain itu, kesemutan juga dapat sebagai penanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Beberapa penyebab kebas-kesemutan
Beberapa kasus kebas-kesemutan ada yang bersifat sementara dan ada yang terjadi dalam waktu yang lama (parestesia kronis). Beberapa penyebab alami kebas:
Duduk atau berdiri dalam waktu lama pada posisi yang sama
Ada gangguan saraf, misal pada kasus cedera leher. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan mati rasa di sepanjang lengan atau tangan. Kasus cedera punggung bawah juga dapat mengakibatkan mati rasa atau kesemutan di bagian belakang kaki
Tekanan pada saraf tulang belakang, seperti akibat dari desakan disk hernia
Tekanan pada saraf perifer/tepi yang diakibatkan oleh pembesaraan pembuluh darah, tumor, jaringan parut/fibrosis, atau infeksi
Berkurangnya suplai darah ke area tubuh tertentu yang dapat terjadi akibat pengerasan arteri, radang dingin, atau peradangan pembuluh darah
Penggunaan obat-obatan tertentu
Penggunaan obat-obatan terlarang tertentu di jalanan
Kerusakan saraf karena timbal, alkohol, atau tembakau, atau dari obat kemoterapi
Terapi radiasi
Gigitan binatang
Gigitan serangga, kutu, tungau, dan laba-laba
Keracunan makanan
Kondisi bawaan yang mempengaruhi saraf
Kebas-kesemutan juga dapat menjadi penanda gejala beberapa kondisi medis. Berikut beberapa penyakit/gangguan medis yang dapat memicu kebas-kesemutan kronis.
Infeksi herpes zoster
Infeksi lain, seperti HIV/AIDS, kusta, sifilis, atau TBC
Diabetes
Gangguan ginjal
Penyakit hati
Stroke
Tumor otak
Kanker
Kusta
Ketidakseimbangan hormon
Multiple sclerosis
Carpal tunnel syndrome
Di samping itu, kekurangan nutrisi juga dapat menjadi penyebab kebas-kesemutan. Tubuh membutuhkan nutrisi untuk mendukung fungsi neuron/syaraf, di antaranya asam folat, vitamin B1, B6, dan B12. Jika kebutuhan vitamin ini tidak terpenuhi, cedera saraf dan mati rasa dapat terjadi. Bahan makanan yang mengandung vitamin tersebut di antaranya adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran hijau dan buah-buahan.
Selain itu kondisi kebas-kesemutan juga dapat disebabkan oleh karena jumlah kalsium, kalium, dan garam yang berlebihan. Dan dapat terjadi diberbagai area tubuh, termasuk kepala, wajah, kaki, ujung jari, telapak tangan, dan telapak kaki.
Bagaimana jika sering kesemutan?
Sering mengalami kesemutan tidak selalu berbahaya, tetapi dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. Dalam kebanyakan kasus, kesemutan terjadi akibat tekanan sementara pada saraf. Contohnya seperti saat kita duduk dengan posisi yang salah atau bertumpu pada lengan dalam waktu yang lama. Kesemutan semacam ini umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah tekanan pada saraf berkurang. Namun, jika kesemutan terjadi secara berulang, berlangsung dalam waktu yang lama, atau bersamaan dengan gejala lain yang tidak biasa, dapat menjadi penanda adanya masalah yang lebih serius. Sebaiknya jika mengalami kondisi tersebut, segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Bagaimana mengatasi kebas dan kesemutan?
Keberhasilan mengatasi tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Namun, perlu diketahui beberapa upaya penanganan sebagai pertolongan pertama, yaitu:
1. Mengubah posisi tubuh
Jika kebas atau kesemutan terjadi akibat posisi yang tidak nyaman, ubahlah posisi tubuh. Berdiri, berjalan, atau meregangkan anggota tubuh yang terkena dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan memulihkan peredaran darah normal.
2. Beristirahat dan menghilangkan tekanan
Jika disebabkan tekanan berlebihan pada saraf, seperti saat duduk atau tidur dengan posisikeliru. Pastikan stirahat sejenak dan hilangkan tekanan tersebut, agar membantu mengurangi gejala. Pilihlah posisi tidur atau duduk yang nyaman dan gunakan bantal yang tepat untuk mendukung tubuh.
3. Mengatasi faktor pemicu
Identifikasi faktor pemicu yang dapat memicu kebas atau kesemutan, seperti aktivitas tertentu, penggunaan pakaian yang terlalu ketat, atau paparan suhu dingin. Usahakan menghindari atau mengurangi faktor pemicu tersebut untuk mengurangi gejala.
4. Latihan dan peregangan
Lakukan latihan fisik secara teratur, terutama latihan penguatan otot dan peregangan. Latihan tersebut dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga kebas dan kesemutan akan berkurang. Konsultasikan dengan mentor olahraga untuk mendapatkan program latihan yang sesuai.
5. Hindari posisi yang monoton
Jika melakukan aktivitas dengan posisi sama dalam waktu lama, misal bekerja di depan komputer, berdiri, atau mengangkat benda berat, usahakan untuk mengubah posisi secara teratur dan berkala. Hal tersebut dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf dan memungkinkan aliran darah yang lebih baik ke anggota badan.
6. Kompres hangat atau dingin
Kompres di daerah yang terkena dengan kompres hangat atau dingin, juga dapat membantu meredakan kebas dan kesemutan. Pilih metode yang dapat memberi bantuan terbaik bagi pengidapnya. Bisa menggunakan handuk hangat atau kantong es yang dibungkus dengan kain tipis.
Jika merasakan kedua kondisi tersebut dengan intensitas sering, pastikan untuk tidak mengabaikannya. Perlu memeriksakan kesehatan ke dokter spesialis saraf. Agar segera mendapat pengobatan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. Selain konsumsi suplemen atau obat untuk mengatasi gejala kebas dan kesemutan, juga dapat dibantu dengan konsumsi tusyifa abato dan tusyifa lara selama 2 minggu berturut-turut, kemudian konsumsi dapat dikurangi menjadi 2-3x seminggu.
01 Desember 2024
Membicarakan ASAM URAT, tentu banyak yang berpikir sebagai penyebab utama dari kondisi nyeri sendi/otot. Padahal nyeri sendi/otot sangat beragam penyebabnya, asam urat hanya satu dari sekian banyak penyebab. Namun sering dijadikan KAMBING HITAM penyebab utama nyeri sendi/otot.
Penyakit asam urat atau Gout merupakan salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat akibat gangguan metabolisme dan ekskresinya. Kondisi ini terjadi pada sendi mana pun, seperti di jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering ditemui adalah di jempol kaki. Rasa nyeri tak tertahankan, pembengkakan disertai rasa panas di area persendian merupakan hal yang sering dijumpai pada penyakit ini. Nyeri sendi yang parah dan tiba-tiba, terutama terjadi pada malam hari atau dini hari. Gejala lainnya yang sering dijumpai adalah pembengkakan, kemerahan, rasa panas dan kaku sendi di pagi hari. Penyakit asam urat lebih mudah menyerang pria, khususnya mereka yang berusia di atas 30 tahun. Pada wanita, penyakit asam urat ini dapat muncul setelah menopause. Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat dapat berlangsung selama rentang waktu 3-10 hari, dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama. Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit rematik metabolisme. Penyakit rematik sendiri terdiri dari 4 jenis dengan ragam cukup banyak, yang dapat mengenai persendian atau otot. Empat jenis penyakit rematik adalah peradangan, degenerasi, autoimun dan metabolisme. Serangan asam urat dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu. Kadar asam urat normal untuk pria dewasa adalah 3,4–7,0 mg/dL, sedangkan untuk wanita dewasa adalah 2,4–6,0 mg/dL. Asam urat dapat ditangani dengan obat-obatan jika sudah terkena atau merubah gaya hidup untuk mencegah terjadi.
Penyebab Penyakit Asam Urat
Secara alamiah, asam urat merupakan senyawa yang diproduksi oleh tubuh untuk mengurai purin. Purin merupakan zat alami yang memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh. Mulai dari mengatur pertumbuhan sel hingga menyediakan energi. Ketika sudah selesai digunakan tubuh, asam urat akan dibuang melalui urine. Terkadang tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengalami gangguan sehingga pengeluaran asam urat terlalu sedikit. Jika ini terjadi, asam urat akan menumpuk, membentuk kristal urat tajam seperti jarum di sendi atau jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan pembengkakan.
Faktor risiko penyakit asam urat antara lain:
Ada anggota keluarga yang mengidap asam urat
Setelah mengalami cedera atau pembedahan
Sering konsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna)
Sering konsumsi minuman beralkohol dan tinggi gula
Memiliki kondisi medis tertentu, misal diabetes, gangguan sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas
Beberapa gejala penyakit asam urat yang umum terjadi, di antaranya:
Sendi mendadak terasa sangat sakit
Kesulitan untuk berjalan akibat sakit yang mengganggu, khususnya di malam hari
Nyeri akan berkembang dengan cepat dalam beberapa jam dan disertai nyeri hebat, pembengkakan, rasa panas, serta muncul warna kemerahan pada kulit sendi
Saat gejala mereda dan bengkak pun mengempis, kulit di sekitar sendi yang terkena akan tampak bersisik, terkelupas dan terasa gatal
Meski gejala penyakit ini dapat mereda dengan sendirinya, tetap lakukan pemeriksaan kadar asam urat, dengan sampel darah atau urine. Sebelum pemeriksaan urine, pastikan cukup minum air dalam 24 jam.
Pengobatan penyakit asam urat dilakukan dengan memberi obat asam urat. Namun, pemberian obat asam urat ini harus disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Obat-obat yang diberikan berfungsi untuk meredakan nyeri sekaligus mencegah serangan asam urat di masa mendatang. Selain obat, dokter juga dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup.
Hal ini bertujuan membantu mengelola gejala asam urat sekaligus mengurangi risiko serangan asam urat di masa mendatang.
Beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah penyakit asam urat:
• Kurangi asupan alkohol
• Menurunkan berat badan agar ideal
• Berhenti merokok
Mencegah penyakit asam urat juga dapat dilakukan dengan beberapa perubahan gaya hidup, yaitu:
Minum banyak air agar ginjal berfungsi lebih baik dalam mengeluarkan asam urat dan menghindari dehidrasi
Olahraga teratur agar berat badan ideal dapat terjaga. Sebab, kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan memberi tekanan berlebih pada persendian
Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu, misal obat-obat diuretik atau imunosupresan
Membatasi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan zat purin tinggi (daging merah, minuman beralkohol, hingga makanan dan minuman tinggi fruktosa)
Konsumsi sayuran dan buah dengan kandungan antioksidan tinggi
Bahan alami yang dapat membantu mengatasi asam urat
Berikut beberapa obat asam urat alami yang membantu mengatasi penyakit asam urat tanpa efek samping:
Buah-buahan dengan kandungan vitamin C dapat membantu mengatasi penyakit asam urat dengan cara dimakan langsung atau dihaluskan dengan air menjadi jus. Jumlah yang disarankan sekitar 50-100 gram per hari.
Jahe bersifat antiradang sendi, baik dikonsumsi dalam seduhan air panas segelas (±50 g jahe segar 2-3x sehari) atau untuk boreh/oles (rebus air yang sudah dicampur dengan 1 sendok makan parutan jahe segar). Basahi kain lap dengan air rebusan tersebut. Setelah agak dingin, kompreskan lap tersebut ke area yang sakit. Paling tidak sekali sehari selama 15-30 menit.
Seledri atau biji seledri, selain dikenal untuk mengatasi masalah buang air kecil, sayuran ini juga dapat untuk mengatasi penyakit asam urat. Ekstrak dan biji sayuran tersebut sudah menjadi obat asam urat alami yang populer. Karena seledri dapat mengurangi peradangan, perbanyak makan seledri secara rutin, terutama batang seledri mentah, jus, ekstrak atau bijinya.
Ramuan Tusyifa Kusen dan Tusyifa Abato juga dapat membantu mengurangi kadar asam urat. Konsumsi Tusyifa Kusen 1x sehari dan Tusyifa Abato 2x seminggu.
Makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat:
Jeroan
Seafood
Daging merah
Daging olahan
Minuman manis
Jamur
Belinjo
Yogyakarta, 30 Oktober 2024
Demam merupakan masalah yang dialami oleh hampir semua orang. Demam dapat memakan banyak korban, jika tidak ditangani dengan baik. Banyak cara untuk menurunkan suhu tubuh saat demam, di antaranya adalah dengan minum air hangat, tempelkan handuk basah di bagian kepala atau dahi sebagai kompres, mandi air hangat, berselimut tebal serta beristirahat total atau pun mengkonsumsi makanan bergizi.
Seseorang mengalami demam jika suhu tubuh naik di atas kisaran normal (>37,5°). Selain kenaikan suhu tubuh, beberapa gejala dan tanda di bawah ini dapat menjadi gejala tambahan, di antaranya adalah berkeringat, kedinginan dan/atau menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan selera makan, sifat mudah marah, dehidrasi, dan kelemahan umum.
Anak usia antara 6 bulan hingga 5 tahun dapat mengalami kejang demam jika mengalami demam lebih dari 3 hari. Sepertiga anak-anak yang mengalami kejang demam biasanya akan mengalami kejang lainnya, sampai 12 bulan kemudian.
Demam juga membantu kerja sistem kekebalan tubuh manusia. Patogen yang membutuhkan rentang suhu yang sempit untuk bereproduksi akan terhambat proses reproduksinya. Selain itu, bertambahnya suhu tubuh pada saat demam akan meningkatkan laju reaksi-reaksi imunologis yang penting.
Demam membantu proses penyembuhan dengan beberapa mekanisme:
meningkatkan mobilitas leukosit
meningkatkan proses fagositosis oleh leukosit
menurunkan efek endotoksin
meningkatkan proliferasi sel T
Manfaat dan kerugian demam
Respon demam terhadap penyakit infeksi dianggap memiliki sifat protektif, sedangkan demam pada kasus noninfektif dapat bersifat maladaptif. Pengobatan untuk mengontrol suhu tubuh saat demam akan menambah atau mengurangi risiko kematian masih dalam studi lanjutan. Studi dengan subjek vertebrata berdarah panas menunjukkan bahwa demam membuat hewan-hewan tersebut pulih dari infeksi atau penyakit kritis dengan lebih cepat. Sedang pada sepsis, pasien dengan demam memiliki tingkat kematian yang lebih rendah daripada pasien dengan suhu tubuh normal.
Tindakan yang dapat dilakukan saat anggota keluarga tiba-tiba panas dan tidak mempunyai obat pereda/penurun panas adalah merebus 3 jari kunir/kunyit atau temu lawak dg 3 gelas air dijadikan 2 gelas. Diminum saat sudah hangat, dapat dicampur madu atau gula merah.
Yogyakarta, 19 Oktober 2024
Infeksi merupakan kondisi dengan gejala utama adalah panas. Pola panas dapat dijadikan petunjuk jenis infeksi yang sedang terjadi. Infeksi disebabkan masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh, baik oleh bakteri, virus atau parasit. Pola panas infeksi juga dapat dibedakan berdasar agen penyebab, baik bakteremia, viremia atau pun parasitemia.
Panas ini ditimbulkan dari proses perbanyakan agen penyebab penyakit. Pada bakteri, perbanyakan terjadi saat bakteri berbiak dengan membelah menjadi 2 bakteri baru, proses ini disebut duplikasi. Dalam proses ini sel tubuh/jaringan merupakan makanan bagi bakteri untuk melangsungkan kehidupannya, sel/jaringan yang dikonsumsi bakteri tidak spesifik. Itu sebab, sering kita jumpai penyakit (yang menurut kita sebagai orang awam) spesifik di tempat/organ tertentu, namun ternyata juga dapat dijumpai di organ/jaringan lainnya. Seperti bakteri TBC, selain di paru-paru juga dapat dijumpai sebagai TBC usus, kelenjar, tulang, bahkan di otak.
Beda dengan virus, yang menginfeksi setelah dapat masuk ke dalam sel spesifik (reseptor sesuai dengan yang dimiliki virus), maka virus hanya akan menginfeksi sel yang memiliki reseptor spesifik tersebut. Virus memperbanyak diri di dalam sel spesifik tersebut, menggunakan materi sel untuk melakukan replikasi (perbanyakan dengan pola yang sama, seperti proses fotokopi).
Perbedaan proses perbanyakan dari bakteri, virus dan parasit juga menyebabkan beda panas dan pola panasnya. Cara mengatasi, tentu berbeda juga. Demikian pula waktu pemberian obatnya. Namun menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh menjadi hal terpenting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Konsumsi ramuan tusyifa raga minimal 1x per minggu dan tusyifa lara maksimal 2x per minggu dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Yogyakarta, 21 Oktober 2024
Wabah merupakan kondisi suatu penyakit yang mengenai banyak orang pada luasan wilayah dalam satu waktu tertentu. Istilah yang lazim pada wabah adalah CLUSTER, EPIDEMI, ENDEMI dan PANDEMI.
Istilah tersebut mengacu pada luasan wilayah yang terdampak, bukan berdasar berat ringan kondisi sakit akibat wabah tersebut.
CLUSTER, jika wilayah terdampak sangat terbatas. Misal, satu rumah dalam satu wilayah kelurahan. Atau satu kelurahan dalam satu wilayah kabupaten. Atau satu kabupaten dari satu wilayah negara
EPIDEMI, jika wilayah terdampak agak luas dan terbatas. Misal, satu kabupaten dalam satu propinsi atau beberapa kabupaten (yang berdekatan) dalam satu wilayah negara
ENDEMI, jika wilayah terdampak luas dan terbatas. Misal, satu propinsi/pulau dalam wilayah negara. Contoh yang dapat kita pelajari/amati adalah ENDEMI MALARIA di propinsi Jayapura atau pulau Papua, wilayah yang terdampak hanya di pulau tersebut sampai wilayah Papua New Guinea
PANDEMI, jika wilayah terdampak luas, antar negara dan antar benua. Contoh adalah pandemi FLU dan COVID. Pada pandemi juga diberi tingkat/grade 1-5, tergantung berat ringan kondisi sakit akibat wabah yang terjadi. Dari tingkat sangat ringan hingga sangat berat/mematikan.
Oleh sebab itu jika sudah masuk dalam kategori pandemi, tentu sangat sulit jika wilayahnya kemudian menyempit menjadi endemi. Kasus pandemi flu pada awal abad 20 (awal 1900), yang saat itu dimasukkan tingkat/grade 5 (mematikan, dengan tingkat kematian >20%), sekarang masih tetap pandemi (antar negara, antar benua) namun tingkat/grade menurun ke tingkat/grade 1 (sangat ringan).
Penanganan wabah juga sangat tergantung kondisi yang ada. Solusi terbaik adalah menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh melalui konsumsi 4 sehat 5 sempurna dan GEKMARI (Gerakan Kesehatan Masyarakat Mandiri). Agar selalu sehat meski ada wabah yang sedang meluas.
Konsumsi ramuan tusyifa raga minimal 1x per minggu dan tusyifa lara maksimal 2x per minggu dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh
22 November 2024
Diare adalah keluhan buang air besar encer atau berair yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare sering disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Meski dapat sembuh dengan perawatan mandiri, diare kadang perlu ditangani dokter.
Diare dapat terjadi akibat jajan sembarangan, salah satunya konsumsi kuliner kaki lima/pinggir jalan. Meski disukai banyak orang, kuliner kaki lima/pinggir jalan acapkali tidak terjamin kebersihannya. Hal yang paling sering adalah karena ditempatkan tanpa tutup sehingga mudah/berpotensi terpapar debu atau kotoran. Akibatnya, orang dapat diare setelah makan jajanan pinggir jalan.
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di Indonesia, terutama pada bayi dan anak-anak. Diare umumnya berlangsung tidak lebih dari 14 hari (diare akut). Pada sebagian kasus, diare dapat berlanjut hingga lebih dari 14 hari (diare kronis).
Diare umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, diare yang tidak kunjung membaik atau malah memburuk dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga kerusakan ginjal.
Diare dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi, keracunan makanan, alergi makanan, atau penyakit lain yang dapat memicu terjadinya diare. Berikut ini adalah contoh-contoh penyebab diare:
· Infeksi virus, seperti rotavirus, ditandai dengan diare berair dan biasanya terjadi pada anak-anak. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan adalah konsumsi pisang (raja-mas) dan yoghurt atau probiotik. Ramuan Tusyifa 3311 Sana atau Tusyifa Rela 2-3x sehari ditambah garam (seperti membuat oralit), juga dapat membantu kondisi tersebut
· Infeksi bakteri Campylobacter dan Escherichia coli, sering disebut dengan keracunan makanan, disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak dimasak sampai matang. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan adalah masih sama seperti pertolongan di atas
· Infeksi bakteri Clostridium difficile, ditandai dengan diare berair dan kram perut setelah konsumsi antibiotik. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan masih sama seperti pertolongan di atas, ditambah konsumsi Tusyifa Lara 1x sehari selama 3-5 hari
· Infeksi bakteri Salmonella, sering terjadi akibat konsumsi daging kurang matang, terutama daging ayam, dan telur mentah atau setengah matang. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan masih sama seperti pertolongan di atas, ditambah konsumsiTusyifa Lara 1x sehari selama ±15 hari
· Amebiasis dan infeksi bakteri Shigella, ditandai dengan tinja bau amis, berdarah, atau berlendir. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan masih sama seperti pertolongan di atas, ditambah konsumsi Tusyifa Abato 1x sehari selama 7-10 hari
· Infeksi Cryptosporidium (kriptosporidiosis), terjadi setelah meminum atau tidak sengaja menelan air yang terkontaminasi dan tidak dimasak. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan masih sama seperti pertolongan di atas, ditambah konsumsi Tusyifa Abato 1x sehari selama 7-10 hari
· Alergi makanan, ditandai dengan diare beberapa menit atau maksimal 2 jam setelah mengonsumsi makanan pemicu alergi. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan adalah konsumsi norit tablet sesuai petunjuk (±6 tablet), sebaiknya digerus dulu. Atau konsumsi arang (yg bagus arang batok kelapa, jika tidak ada, dapat memakai sembarang arang) yg digerus dulu. Kemudian konsumsi minum 3-4 gelas. Konsumsi Tusyifa Rela 2x sehari selama 7-10 hari agar kondisi usus segera pulih
· Intoleransi laktosa, umumnya disertai kembung, feses berbau asam, serta anus perih atau kemerahan setelah konsumsi makanan dengan kandungan susu. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan masih sama seperti pertolongan di atas. Selanjutnya konsumsi Tusyifa Rela 2x sehari selama 7-10 hari agar kondisi usus segera pulih
· Sindrom malabsorbsi, ditandai dengan diare kronis yang berbau menyengat dan berat badan menurun. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan konsumsi Tusyifa SLII 1-2x sehari selama sebulan dan konsumsi Tusyifa Rela 1x sehari selama 4-6 bulan
· Radang usus, dapat disertai dengan sakit perut, sering mulas, dan diare dengan darah atau lendir. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan adalah konsumsi Tusyifa Rela 2-3x sehari dan Tusyifa Abato 1x sehari selama 3-5 hari
· Irritable Bowel Syndrome (IBS), ditandai dengan BAB cair, serta kram perut yang hilang timbul dan membaik setelah buang air besar. Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan konsumsi Tusyifa Rela 2x sehari selama ±15 hari
· Efek samping terapi medis, seperti kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Rutinkan konsumsi Tusyifa Rela dan Abato pada kondisi tersebut agar saluran cerna segera membaik
· Penyakit lain, seperti hepatitis atau kanker usus besar
Gejala utama diare adalah buang air besar dengan tinja encer atau berair yang terjadi lebih dari 3 kali sehari. Keluhan lain yang dialami penderita diare adalah:
Perut kembung
Tidak mampu menahan keinginan buang air besar
Perut mulas
Mual atau muntah
Demam
Tinja berlendir atau berdarah
Diare parah dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi. Gejala-gejala yang menunjukkan penderita mengalami dehidrasi adalah:
· Pusing
· Rasa sangat haus
· Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang
· Urine berwarna gelap
· Mulut atau kulit kering
· Lemas
Pada bayi dan anak-anak, dehidrasi juga bisa dikenali dari gejala-gejala berikut:
Lebih rewel dari biasanya
Air mata berkurang saat menangis
Tidak ada urine pada popok selama 3 jam atau lebih
Mulut dan lidah kering
Mata, perut, dan pipi yang terlihat cekung
Lemas jika dehidrasi sudah berat
Diare umumnya tidak berbahaya dan dapat diobati dengan penanganan mandiri di rumah. Namun, jika diare memburuk atau berlangsung lebih dari 2 hari pada orang dewasa, atau lebih dari 24 jam pada anak-anak. Segera ke layanan kesehatan terdekat jika mengalami diare yang disertai:
o Tanda-tanda dehidrasi
o Demam lebih dari 39°C
o Muntah berkali-kali
o Darah atau nanah pada tinja
o Tinja berwarna hitam dan lembek
o Sakit parah di perut dan dubur
Dokter atau petugas kesehatan lebih dulu akan menanyakan gejala, riwayat penyakit, dan pengobatan yang sedang dijalani pasien. Diare akut umumnya disebabkan keracunan makanan (infeksi), alergi makanan, atau intoleransi. Diare akibat keracunan makanan dan intoleransi laktosa dapat didiagnosis dari gejala dan riwayat makanan yang dikonsumsi pasien. Bila perlu, akan diuji sampel feses. Jika diduga akibat alergi makanan perlu dipastikan dengan tes alergi. Diare kronis memerlukan lebih banyak pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebabnya.
Pada sebagian besar kasus, diare tanpa gejala berat dapat ditangani secara mandiri di rumah. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:
Jaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Cairan yang diberikan disesuaikan dengan usia, misalnya ASI, oralit, jus, dan air putih
Konsumsi makanan lunak dan banyak air, misalnya sop atau bubur
Konsumsilah suplemen makanan, seperti probiotik yang mengandung Lactobacillus acidophilus (misal; yoghurt), terutama bila diare terjadi karena efek samping antibiotik
Hindari konsumsi yoghurt jika mengalami diare karena intoleransi laktosa
Jangan konsumsi makanan tinggi lemak, berserat, atau memiliki rasa pedas
Komplikasi diare, jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, yaitu:
Dehidrasi berat
Pingsan
Kerusakan organ, seperti gagal ginjal akut
Syok hipovolemik
Hipokalemia
Prolaps rektum
Kekurangan bikarbonat darah, yang dapat menyebabkan asidosis metabolik
Hipomagnesemia, yang bisa mengakibatkan kram otot hingga kejang
Pencegahan diare dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih melalui cara-cara berikut:
Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan setelah makan, serta sesudah menggunakan toilet
Mencuci buah dan sayur, serta mengolah bahan makanan, seperti daging sampai benar-benar matang
Tidak mengonsumsi makanan atau minum air yang belum dimasak sampai matang
Memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama bagi bayi, guna membantu membentuk antibodi dalam melawan mikroorganisme penyebab diare
Menjalani vaksinasi rotavirus, untuk melindungi bayi dari serangan virus yang paling umum menyebabkan diare
Semoga bermanfaat
🙏🏻🙏🏻
25 Maret 2025
Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana sel-sel tubuh tidak mampu merespon insulin dengan baik
Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta pankreas untuk mengatur kadar gula dalam darah. Kondisi tersebut akan mengakibatkan terjadinya gangguan kadar gula dalam darah. Kondisi ini, dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit diabetes melitus (kencing manis/gula darah tinggi).
Beberapa gejala resistensi insulin:
Sering tanpa gejala apapun selama bertahun-tahun
Mudah lelah
Mudah lapar
Sulit konsentrasi
Bercak kehitaman, terutama di leher dan lipatan kulit (acanthosis nigricans)
Bintil di kulit (skin tag)
Komplikasi resistensi insulin:
Prediabetes, yang dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2
Penyakit jantung
Penyakit ginjal
Stroke
Infeksi pada anggota badan
Disfungsi ereksi (pada laki-laki)
Resistensi insulin dapat diatasi atau berkurang secara signifikan dengan perubahan gaya hidup.
Kurangi makanan berlemak, daging merah, dan olahan pati/tepung
Konsumsi sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan daging unggas tanpa lemak (kulit)
Pola hidup/makan sehat
Hentikan kebiasaan merokok
Hentikan kebiasaan konsumsi minuman beralkohol
Menurunkan berat badan, jika berlebih
Olahraga teratur 30 menit sehari (seperti: jalan cepat, sepeda santai, berenang atau gym)
Konsumsi tusyifa BSP dan tusyifa koguda secara teratur, 2-3 kali seminggu
Konsumsi kopi/rempah Greng/Greng-BSP secara teratur, jika sudah mengalami tanda-tanda disfungsi ereksi
Merupakan tindakan darurat yang dapat menyelamatkan nyawa, dilakukan ketika seseorang mengalami henti jantung atau henti napas. RJP bertujuan untuk mempertahankan aliran darah ke otak dan organ vital lainnya hingga bantuan medis tiba.
Apa itu RJP?
• RJP adalah tindakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi jantung dan pernapasan saat seseorang mengalami henti jantung atau pernapasan.
• RJP melibatkan kompresi dada dan napas buatan untuk mempertahankan aliran darah dan oksigen ke otak dan organ vital lainnya.
• Tujuan utama RJP adalah untuk mencegah kematian dan meminimalkan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.
Kapan RJP diperlukan?
• Saat seseorang tidak sadar dan tidak bernapas atau hanya bernapas sesekali.
• Saat seseorang tidak memiliki tanda-tanda peredaran darah, seperti denyut nadi atau gerakan dada.
• Saat seseorang mengalami henti jantung.
Bagaimana cara melakukan RJP?
• Pastikan kondisi orang yang membutuhkan pertolongan.
• Periksa nadi karotis (samping leher, bawah telinga).
• Hubungi bantuan medis (119) jika tidak ada nadi.
• Buka jalan napas dan lakukan kompresi dada yang kuat dan cepat di bagian tengah dada (tulang dada, bukan rusuk) dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
• Setelah 30 kali kompresi dada, berikan 2 kali napas buatan. Dengan memencet hidung agar lubang hidung tertutup, kemudian hembuskan udara dari mulut penolong langsung ke mulut korban. Dapat dilapisi kain/saputangan.
• Lakukan RJP hingga bantuan medis tiba atau korban sudah menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Penting untuk diingat:
• Lakukan RJP dengan cepat dan tepat.
• Kompresi dada harus kuat dan cepat.
• Napas buatan harus diberikan dengan benar.
• Lanjutkan RJP hingga bantuan medis tiba atau orang tersebut sadar dan bernapas.
• RJP adalah tindakan penting yang dapat menyelamatkan nyawa.
Gerakan untuk menyehatkan jantung dan mengurangi potensi penumpukan plak pada pembuluh darah jantung.
Lakukan selama 5 menit, 3x sehari. Setelah terbiasa, tambah waktunya hingga maksimal 15 menit dalam sekali latihan